June 17, 2024

Pada abad ke-20, khususnya setelah Perang Dunia I, perubahan besar terjadi di Timur Tengah yang mempengaruhi nasib Palestina dan membuka pintu bagi kedatangan komunitas Yahudi yang kemudian membentuk negara Israel. Berikut adalah gambaran sejarah awal kedatangan Israel ke Palestina:

1. Mandat Britania di Palestina (1917-1948):

  • Balfour Declaration (1917): Pada 2 November 1917, Menteri Luar Negeri Britania, Arthur Balfour, menyatakan dukungan pemerintahnya terhadap pembentukan “tanah air nasional bagi bangsa Yahudi” di Palestina, yang saat itu masih menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman.
  • Perjanjian Versailles (1919): Akhir Perang Dunia I melihat kejatuhan Kekaisaran Ottoman, dan wilayah Palestina diberikan kepada Britania Raya oleh Liga Bangsa-Bangsa. Sebagai mandat Liga Bangsa-Bangsa, Britania Raya diberi tugas untuk memajukan persiapan kemerdekaan bagi masyarakatnya.

2. Aliyah dan Imigrasi Yahudi:

  • Aliyah Pertama (1882-1903): Gerakan Aliyah pertama melihat imigrasi Yahudi ke Palestina yang dipimpin oleh Theodor Herzl, pendiri gerakan Zionis modern. Mereka menetap di sana untuk membangun pemukiman dan mendirikan masyarakat Yahudi.
  • Aliyah Kedua (1904-1914): Setelah Aliyah pertama, imigrasi Yahudi meningkat, didorong oleh perkembangan gerakan Zionis dan kondisi politik di Eropa.
  • Aliyah Ketiga (1919-1923): Pada periode ini, Aliyah meningkat sebagai respons terhadap pemberontakan Arab terhadap kedatangan Yahudi di Palestina.

3. Konflik Arab-Yahudi:

  • Pemberontakan Arab (1936-1939): Pemberontakan ini dipicu oleh ketegangan antara komunitas Arab dan Yahudi. Seiring berjalannya waktu, perselisihan semakin meningkat.
  • White Paper (1939): Pemerintah Britania merespon pemberontakan Arab dengan membatasi imigrasi Yahudi dan membatasi hak pemukiman mereka di Palestina.

4. Pembentukan Negara Israel (1947-1948):

  • Pembagian Palestina (1947): Pada tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengusulkan pembagian Palestina menjadi dua negara: satu untuk Yahudi dan satu untuk Arab. Usulan ini diterima oleh pemimpin Yahudi, tetapi ditolak oleh masyarakat Arab.
  • Deklarasi Kemerdekaan Israel (14 Mei 1948): Setelah mundurnya Britania, David Ben-Gurion, ketua Komite Eksekutif Yahudi, mengumumkan pembentukan negara Israel. Hal ini memicu Perang Kemerdekaan Israel melawan negara-negara Arab tetangga.

Sejarah awal kedatangan Israel ke Palestina dipenuhi dengan ketegangan dan konflik yang menciptakan akar permasalahan yang masih berlanjut hingga hari ini. Kedatangan Yahudi dan pendirian negara Israel menciptakan konsekuensi sejarah dan politik yang rumit di kawasan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *